Ini Dia Cara Mengobati Cacar Air pada Anak

joesep 2019-03-21 205


Mengobati Cacar Air pada Anak - dokter saya mau tanya, anak saya skrg sdng sakit cacar air, trus dia jg terkena demam,lalu ad sakit asma jg. saya bingung dok, pengobatan mana yg harus saya dahulukan. Apakah pengobatannya bisa di lakukakan bersamaan? terus apakah obat-obat ny jg diminum scra brsamaan jg?


Jawaban:

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda. Penyakit cacar air pada umumnya tidak berbahaya, namun anak bisa menjadi tidak nyaman saat mengalaminya.

Infeksi pada kulit oleh virus varicella ini dapat menimbulkan gejala demam, lemah, lesu, nyeri kepala dan disertai dengan timbulnya ruam gatal di kulit. Berikut adalah langkah-langkah mengobati cacar air pada anak:

Gunakan kompres basah pada lesi kulit anak setiap 3 – 4 jam selama beberapa hari pertama. Anda juga boleh memandikan anak. Yang terpenting, jaga kebersihan tubuhnya agar infeksi tidak bertambah parah. Mitos bahwa memandikan anak saat cacar air dapat menyebabkan lesi kulit bertambah banyak sepenuhnya, adalah  salah.Sehabis mandi, keringkan tubuh anak dengan menepuk–nepuk handuk (bukan dengan menggosoknya) agar tidak terjadi iritasi di kulit.Gunakan losion yang mengandung calamine pada area yang gatal, namun hindari mengoleskannya di wajah, terutama di sekitar mata. Anda juga bisa mengoleskan krim anti pruritus (anti gatal) pada lesi kulit tersebut.Minta dokter untuk meresepkan atau memberikan obat antihistamin pada anak untuk mengurangi rasa gatal, sehingga anak bisa tidur dengan nyaman di malam hari.Lesi cacar di dalam mulut (jika ada) dapat memberikan rasa nyeri pada anak sewaktu makan atau minum. Berikan makanan yang lunak dan lembut seperti bubur atapun jus buah. Hindari makanan yang asam atau pedas karena dapat membuat anak semakin nyeri dan tidak nyaman sewaktu mengunyah.Jika anak demam atau nyeri, berikan obat penghilang rasa nyeri atau penurun demam seperti acetaminophen atau parasetamol.Beritahu anak agar tidak menggaruk luka meski gatal, untuk menghindari timbulnya bekas cacar di kulit. Selain itu, berhati-hatilah dengan garukan yang juga dapat membuat infeksi di kulit bertambah berat.

Kebanyakan infeksi cacar air pada anak tidak membutuhkan penanganan medis yang khusus karena dapat hilang dengan sendirinya. Meski demikian, terkadang diperlukan juga konsumsi obat antivirus.

Segeralah hubungi dokter anak Anda apabila terjadi hal-hal berikut ini:

Demam lebih dari 380C selama 4 hari atau lebih (meski sudah diberikan obat penurun panas).Anak mengalami kesulitan bernapas (sesak napas) atau batuk hebat.Lesi vesikel (gelembung berisi cairan di kulit) pecah mengeluarkan pus (cairan kuning kental bernanah) atau menjadi kemerahan, bengkak, hangat dan nyeri.Anak mengalami nyeri kepala hebat.Terdapat penurunan kesadaran: anak terus mengantuk, bingung, disorientasi atau sulit dibangunkan.Anak Anda mengalami kesulitan atau silau terhadap cahaya.Anak mengalami kesulitan berjalan.Anak terlihat lemah dan lesu berat.Anak mengalami muntah-muntah hebat sehingga tidak ada makanan yang bisa masuk.Anak mengalami kaku kuduk atau kaku di area leher.

Cacar air dapat menular 1 – 2 hari setelah ruam kulit timbul dan penularan paling sering terjadi sekitar 12 – 24 jam sebelum ruam timbul. Cacar air dapat menular melalui udara, tak hanya melalui kontak langsung dengan kulit.

Untuk itu biarkan anak beristirahat, tidak banyak beraktivitas dan mintalah izin dari sekolah paling tidak 5 hari setelah ruam cacar timbul. Langkah–langkah untuk mengobati cacar air pada anak di atas bisa Anda coba terapkan. Yang tak kalah penting, jaga daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan bergizi, cukup minum air putih dan beristirahat. Untuk pengobatan demam dan asma yag terjadi bisa dilakukan secara bersamaan dengan tetap memperhatikan petunjuk dari dokter yang merawat.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Mengobati Cacar Air pada Anak. Semoga bermanfaat.

Terbaru dari Health


close