Health

Bahaya Kalau Anda Sering Kebablasan Tidur Masih Pakai Lensa Kontak


Wajar jika Anda ingin langsung tidur saja setelah lelah seharian beraktivitas. Namun, selelah apa pun Anda, jangan pernah lupa untuk melepas lensa kontak sebelum tidur. Satu dua kali lupa atau malas melepasnya mungkin tidak terlalu bermasalah. Kalau sudah keseringan tidur memakai lensa kontak bisa membahayakan mata Anda, lho!

Apa bahayanya tidur memakai lensa kontak?

Hati-hati, tidur memakai lensa kontak semalaman dapat melukai mata Anda. Jangankan dipakai tidur semalaman, kelamaan memakai lensa kontak saja bisa membuat Anda berisiko 7 kali lebih tinggi mengalami peradangan pada kornea (keratitis).

Walaupun sekarang ini sudah ada jenis kontak lensa yang dapat digunakan selama berhari-hari (termasuk saat tidur), tapi sebagian besar dokter mata tetap mengharuskan Anda untuk melepasnya sebelum tidur. Berbagai bahaya tidur memakai lensa kontak adalah:

1. Mata merah (konjungtivitis)

Jangan heran jika mata Anda merah di pagi harinya setelah semalaman tidur memakai lensa kontak. Mata merahalias konjungtivitis adalah salah satu masalah mata yang paling sering dialami oleh pemakai lensa kontak. Pasalnya, lensa kontak dapat merangsang bakteri masuk hingga menyebabkan infeksi pada konjungtiva mata (lapisan tipis yang melapisi area putih mata).

Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik untuk meringankan gejalanya. Anda mungkin juga dianjurkan untuk berhenti memakai lensa kontak untuk sementara waktu, setidaknya sampai infeksi matanya berkurang.

2. Mata jadi sensitif

Kornea mata membutuhkan oksigen untuk menjaga kelembapan dan mencegah infeksi pada mata.

Namun, kebiasaan tidur memakai lensa kontak semalaman justru dapat memblokir oksigen menuju kornea mata dan membuatnya jadi sensitif, seperti yang disampaikan oleh Dr. Rebecca Taylor, M.D, seorang dokter mata sekaligus juru bicara American Academy of Ophthalmology (AAO), kepada Huffington Post.

Akibatnya, kondisi ini dapat memicu pertumbuhan pembuluh darah baru di kornea dan menyebabkan peradangan. Dampak fatalnya, Anda mungkin tidak bisa lagi memakai lensa kontak meskipun hal ini sudah diobati hingga tuntas.

3. Mata merah akut

Orang yang punya kebiasaan tidur memakai lensa kontak dapat mengalami CLARE atau Contact Lens Acute Red Eye. CLARE adalah infeksi mata merah akut akibat menumpuknya racun yang diproduksi oleh bakteri pada mata. Hal ini mengakibatkan sakit mata, mata merah, dan sensitif dengan cahaya.

4. Ulcer atau luka pada mata

Bahaya kelamaan memakai lensa kontak, terlebih saat tidur, ternyata bukan hanya sekedar menyebabkan mata merah saja. Gesekan antara lensa kontak dengan permukaan mata dapat melukai mata dan rentan terinfeksi oleh bakteri atau parasit.

Masuknya bakteri acanthamoeba, misalnya, dapat menyebabkan ulkus atau luka terbuka pada lapisan kornea. Jika tidak segera diobati, hal ini dapat meningkatkan risiko kebutaan permanen, bahkan sampai membutuhkan operasi cangkok kornea untuk mengobatinya.

Gejala awal luka pada mata meliputi mata merah, pandangan kabur, dan sakit mata. Bila Anda mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter mata terdekat untuk mencegahnya semakin parah.

5. Benjolan pada mata

Giant papillary conjunctivities (GPC) adalah kondisi yang umum ditemukan pada orang yang memiliki kebiasaan tidur memakai lensa kontak. Hal ini ditandai dengan munculnya benjolan di dalam kelopak mata bagian atas dan membuat Anda tidak bisa lagi memakai lensa kontak.

Yang harus segera dilakukan saat tidur memakai lensa kontak

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat tak sengaja tidur memakai lensa kontak adalah melepaskannya sesegera mungkin. Setelah itu, sebaiknya hindari menggunakan lensa kontak pada hari berikutnya dan ganti dengan kacamata untuk menenangkan kornea mata Anda.

Biarkan mata Anda “bernapas” dan melembapkan dirinya terlebih dahulu untuk meredakan infeksi yang mungkin terjadi. Anda juga bisa menggunakan obat tetes mata untuk membantu melembapkan mata Anda yang iritasi.

Yang terpenting lagi, jangan lupa periksakan mata Anda secara rutin ke dokter mata terdekat. Dokter mungkin akan menyarankan jenis lensa kontak lainnya yang cocok untuk kesehatan mata Anda.


Rekomendasi Artikel

Baca yang ini juga:

Get our newsletter